Blog'e Iyunk
Kamis, Juli 05, 2012
Sabtu, Mei 19, 2012
Jurnal: 17 mei 2012
Rabu 17 mei 2012
hari ini dimulai dengan biasa-biasa saja, mulai dari bangun buat sholat subuh kesiangan, habis sholat subuh mata ga mau kompromi buat merem lagi, dan akhirnya bangun lagi kira-kira jam 09.00 waktu kamar(dilebihin 20 menit biar ga lelet), dimulai dari ke kamar mandi, ga usah disebutin ngapain soalnya lagi ga mood ngapa-ngapain setelah semalem ga dibolehin ortu brangkat bolang ke kelud, dengan alsan kejauhan karena naik motor sendiri, awalnya udah dibujuk dengan berbagai cara, tapi akhirnya ngalah juga takut kualat kalo tetep berangkat tapi ga ada restu ortu. jadi deh langsung nyalain laptop. awalnya sih emang ngerain tugas buat mahasiswa tingkat akhir atau biasa disebut tA atau skripsi. tapi . . . . karena hardisk hitam sudah nancap di usb port, jadilah dibuka folder film dengan judul Initial D, sambil sarapan keterusan liat anime satu ini. sekitar jam 10-an tiba-tiba muncul pikiran gimana daripada bengong dirumah lebih baik nonton aja, lalu kuajak adek dan kakakku buat nemenin, sekalian kat kakakku dia mau ketemu temennya, jadilah kami bertiga pergi ke TP (Tunjungan Plaza) buat nonton film Avenger. dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30 waktu ruang tamu (ini jamnya dilebihin 10 menit) sekalian sholat dhuhur dirumah, langsung berangkat.
sampai di TP jam 12.30 dengan kodisi parkir sudah hampir penuh (mungkin karena lagi libur panjang atau mungkin biasanya TP emang rame soalnya baru 2 kali kesini). dari perkiran langsung aja ke 21 di tunjungan. karena hari libur iket jadi lebih mahal dari harga biasanya jadi 30 rebu, yah terpaksa uang pulsa jadi korban keganasan nafsu. karena tayang pertama jam 12.15, maka kami terpaksa ambil tayang jam 15.00, dan selama jam 13.00-15.00 kami makan di foodcourt TP, lagi-lagi kondisi rame hampir semua meja penuh. setelah dapet tempat duduk, kami nunggu temen kakak yang katanya mau ngopi video acara korea yang sudah jadi favorit aku dan beberapa temen kuliahku yaitu running man. ga usah diceritain karena sudah banyak info acara tersebut di google. setelah tmen kakak dateng, ya kami diem di food court tersebut cukup lama sampai jam 14.30, sambil menunggu adzan ashar di mushola. setelah adzan ashar kami cepet2 ke bioskop karena jadwalnya jam 15.00. pada saat kami masuk, film ternyata udah mulai beberapa menit. dan ga usah diceritain gimana filmnya yang pasti recommended buat ditonton bareng siapa mungkin, saudara, keluarga kalo ada pacar juga boleh.
setelah keluar bioskop jam 17.15 dan nunggu adzan maghrib. habis sholat, mampir dulu di matahari buat liat2 barang, karena adekku katanya sih mau beli sendal, tapi yang asyik justru kakakku liat2 baju. akhirnya kakakku aku sama adekku tinggal keluar. setelah keluar, langsung ke parkiran sheraton hotel buat ke pasar makanan "Tjap Toenjoengan" yang ternyata sudah penuh sesak pengunjung. diluar perkiraan karena rencananya mau beli makann malem disana, tapi karena penuh kami akhirnya keluar, wajar saja penuh malem ini adalah pembukaan Tjap Toenjoengan.
setelah keluar akhirnya diputuskan makan di K*C di TP, entah karena laris atau apa, banyak menu yang habis. dan habis makan dilanjut jalan-jalan ga jelas naik jembatan penyebrangan di depan hotel tunjungan dilanjut foto-foto diluar grahadi naik jembatan penyebrangan lagi yang di depan sma 6, trus jalan disepanjang trotoar patung gub suryo sampai di Mc* basrah, trus akhirnya balik ke TP lewat jembatan penyebrangan basuki rahmat, dan menuju parkiran ambil motor terus pulang. di jalan menuju parkiran bertemu temen STM lama dulu yang sekarang bekerja di TP tersebut. jarang2 bisa jalan bareng saudara2 gini. sampai dirumah jam 23.30 dan ternyata rumah sudah dikunci dan "beruntung"-nya lagi ternyata kunci ga bisa di buka dari luar. kucoba buka jendela ternyata ga dikunci akhirnya masuk lewat situ persis kayak maling :D. tanpa mandi lagi langsung bablas tidur.
hari ini dimulai dengan biasa-biasa saja, mulai dari bangun buat sholat subuh kesiangan, habis sholat subuh mata ga mau kompromi buat merem lagi, dan akhirnya bangun lagi kira-kira jam 09.00 waktu kamar(dilebihin 20 menit biar ga lelet), dimulai dari ke kamar mandi, ga usah disebutin ngapain soalnya lagi ga mood ngapa-ngapain setelah semalem ga dibolehin ortu brangkat bolang ke kelud, dengan alsan kejauhan karena naik motor sendiri, awalnya udah dibujuk dengan berbagai cara, tapi akhirnya ngalah juga takut kualat kalo tetep berangkat tapi ga ada restu ortu. jadi deh langsung nyalain laptop. awalnya sih emang ngerain tugas buat mahasiswa tingkat akhir atau biasa disebut tA atau skripsi. tapi . . . . karena hardisk hitam sudah nancap di usb port, jadilah dibuka folder film dengan judul Initial D, sambil sarapan keterusan liat anime satu ini. sekitar jam 10-an tiba-tiba muncul pikiran gimana daripada bengong dirumah lebih baik nonton aja, lalu kuajak adek dan kakakku buat nemenin, sekalian kat kakakku dia mau ketemu temennya, jadilah kami bertiga pergi ke TP (Tunjungan Plaza) buat nonton film Avenger. dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30 waktu ruang tamu (ini jamnya dilebihin 10 menit) sekalian sholat dhuhur dirumah, langsung berangkat.
sampai di TP jam 12.30 dengan kodisi parkir sudah hampir penuh (mungkin karena lagi libur panjang atau mungkin biasanya TP emang rame soalnya baru 2 kali kesini). dari perkiran langsung aja ke 21 di tunjungan. karena hari libur iket jadi lebih mahal dari harga biasanya jadi 30 rebu, yah terpaksa uang pulsa jadi korban keganasan nafsu. karena tayang pertama jam 12.15, maka kami terpaksa ambil tayang jam 15.00, dan selama jam 13.00-15.00 kami makan di foodcourt TP, lagi-lagi kondisi rame hampir semua meja penuh. setelah dapet tempat duduk, kami nunggu temen kakak yang katanya mau ngopi video acara korea yang sudah jadi favorit aku dan beberapa temen kuliahku yaitu running man. ga usah diceritain karena sudah banyak info acara tersebut di google. setelah tmen kakak dateng, ya kami diem di food court tersebut cukup lama sampai jam 14.30, sambil menunggu adzan ashar di mushola. setelah adzan ashar kami cepet2 ke bioskop karena jadwalnya jam 15.00. pada saat kami masuk, film ternyata udah mulai beberapa menit. dan ga usah diceritain gimana filmnya yang pasti recommended buat ditonton bareng siapa mungkin, saudara, keluarga kalo ada pacar juga boleh.
setelah keluar bioskop jam 17.15 dan nunggu adzan maghrib. habis sholat, mampir dulu di matahari buat liat2 barang, karena adekku katanya sih mau beli sendal, tapi yang asyik justru kakakku liat2 baju. akhirnya kakakku aku sama adekku tinggal keluar. setelah keluar, langsung ke parkiran sheraton hotel buat ke pasar makanan "Tjap Toenjoengan" yang ternyata sudah penuh sesak pengunjung. diluar perkiraan karena rencananya mau beli makann malem disana, tapi karena penuh kami akhirnya keluar, wajar saja penuh malem ini adalah pembukaan Tjap Toenjoengan.
setelah keluar akhirnya diputuskan makan di K*C di TP, entah karena laris atau apa, banyak menu yang habis. dan habis makan dilanjut jalan-jalan ga jelas naik jembatan penyebrangan di depan hotel tunjungan dilanjut foto-foto diluar grahadi naik jembatan penyebrangan lagi yang di depan sma 6, trus jalan disepanjang trotoar patung gub suryo sampai di Mc* basrah, trus akhirnya balik ke TP lewat jembatan penyebrangan basuki rahmat, dan menuju parkiran ambil motor terus pulang. di jalan menuju parkiran bertemu temen STM lama dulu yang sekarang bekerja di TP tersebut. jarang2 bisa jalan bareng saudara2 gini. sampai dirumah jam 23.30 dan ternyata rumah sudah dikunci dan "beruntung"-nya lagi ternyata kunci ga bisa di buka dari luar. kucoba buka jendela ternyata ga dikunci akhirnya masuk lewat situ persis kayak maling :D. tanpa mandi lagi langsung bablas tidur.
Minggu, Mei 13, 2012
KRI 2012 REG IV
sabtu, 12 mei 2012
kondisi lagi senang sekaligus lelah bin pegel kehabisan suara demi mendukung tim robot kampus perjuangan tercinta PENS di lomba robot indonesia Regional IV, yang melibatkan perguruan-perguruan tinggi di daerah
jawa timur.
Alhamdulillah tim PENS menjadi Juara Umum di regional IV ini dengan menyandang juara pertama divisi KRI yang diwakili oleh Tim RolPens, juara pertama divisi krci robot pemain sepakbola atas nama tim EROS, kerta juara pertama KRCI untuk robot pemadam api divisi beroda EFFIRO, akan tetapi sangat disayangkan untuk divisi KRCI pemadam api berkaki Eilero hanya menempati urutan kedua , kalah cepat dari robot pemadam api berkaki milik Polinema yaitu Ulil Albab.
Untuk masing-masing juara satu, pada KRCI Pemadam api divisi beroda berhasil memadamkan api dan kembali ke posnya lagi hanya dalam waktu 12,7 detik, waktu tercepat di lomba robot indonesia regional IV tahun ini. kemudian untuk KRCI pemain sepak bola berhasil mengalahkan robot dari UNESA yaitu robot dewo dengan skor meyakinkan 4-0.
sebelum acara yang dinantikan yaitu final KRI antara tim Rolpens dari PENS dan Tim Rhino dari ITS, diadakan perebutan tempat ketiga yaitu tim New_R dari Unesa dan tim Bharata dari Unibraw, dan tempat ketiga diambil oleh tim dari Unibraw dan mnemani tim juara dua dan satu untuk berlaga di KRI Nasional
yang akan dihelat dikota kembang bandung tepatnya di gedung sabuga.
sebelum cara final, terjadi pertarungan panas antara supporter masing-masing tim dengan lagunya masing-
masing.
dan akhirnya KRI final dimulai, masing-masing robot manual dijalankan dengan cukup baik dan cepat oleh masing-masing driver, sehingga dengan cepat memasukkan koin ke tempatnya dan dilanjutkan dengan pada robot otomatis pertama, dibagian ini robot milik PENS lebih cepat mengambil keranjang yang lebih dekat dengan posisi start sehingga robot pens lebih dulu meletakkan robot otomatis kedua diatas robot otomatis yang pertama. manual mengangkat keranjang ke island tanpa hambatan dan disusul oleh robot otomatis kedua. pada saat itu, robot otomatis milik ITS yang ditumpangkan pada robot otomatis lainya mengalami error sehingga robot jatuh. Robot milik PENS yang sudah sampai di island dan berhasil mengambil "bakpao" hijau dan kuning terledih dahulu dan meletakkan di keranjang. kemudian robot manual mengangkat robot otomatis untuk mengambil bakpao ungu yang ada dipuncak, dan berhasil diletakkan dikeranjang.
Bersamaan dengan itu, riuh gemuruh supporter PENS tidak dapat lagi terelakkan, dam mulai bernyanyi yang tak ada henti-hentinya.dan diakhiri dengan MARS POLITEKNIK, pada saat itu mahasiswa yang menjadi tim robot PENS keluar dari pit dan ikut bernyanyi ditengah arena robot tersebut dan mengibarkan bendera PENS.

POLITEKNIK!! JOSS
PENS BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN
kondisi lagi senang sekaligus lelah bin pegel kehabisan suara demi mendukung tim robot kampus perjuangan tercinta PENS di lomba robot indonesia Regional IV, yang melibatkan perguruan-perguruan tinggi di daerah
jawa timur.
Alhamdulillah tim PENS menjadi Juara Umum di regional IV ini dengan menyandang juara pertama divisi KRI yang diwakili oleh Tim RolPens, juara pertama divisi krci robot pemain sepakbola atas nama tim EROS, kerta juara pertama KRCI untuk robot pemadam api divisi beroda EFFIRO, akan tetapi sangat disayangkan untuk divisi KRCI pemadam api berkaki Eilero hanya menempati urutan kedua , kalah cepat dari robot pemadam api berkaki milik Polinema yaitu Ulil Albab.
Untuk masing-masing juara satu, pada KRCI Pemadam api divisi beroda berhasil memadamkan api dan kembali ke posnya lagi hanya dalam waktu 12,7 detik, waktu tercepat di lomba robot indonesia regional IV tahun ini. kemudian untuk KRCI pemain sepak bola berhasil mengalahkan robot dari UNESA yaitu robot dewo dengan skor meyakinkan 4-0.
sebelum acara yang dinantikan yaitu final KRI antara tim Rolpens dari PENS dan Tim Rhino dari ITS, diadakan perebutan tempat ketiga yaitu tim New_R dari Unesa dan tim Bharata dari Unibraw, dan tempat ketiga diambil oleh tim dari Unibraw dan mnemani tim juara dua dan satu untuk berlaga di KRI Nasional
yang akan dihelat dikota kembang bandung tepatnya di gedung sabuga.
sebelum cara final, terjadi pertarungan panas antara supporter masing-masing tim dengan lagunya masing-
masing.
dan akhirnya KRI final dimulai, masing-masing robot manual dijalankan dengan cukup baik dan cepat oleh masing-masing driver, sehingga dengan cepat memasukkan koin ke tempatnya dan dilanjutkan dengan pada robot otomatis pertama, dibagian ini robot milik PENS lebih cepat mengambil keranjang yang lebih dekat dengan posisi start sehingga robot pens lebih dulu meletakkan robot otomatis kedua diatas robot otomatis yang pertama. manual mengangkat keranjang ke island tanpa hambatan dan disusul oleh robot otomatis kedua. pada saat itu, robot otomatis milik ITS yang ditumpangkan pada robot otomatis lainya mengalami error sehingga robot jatuh. Robot milik PENS yang sudah sampai di island dan berhasil mengambil "bakpao" hijau dan kuning terledih dahulu dan meletakkan di keranjang. kemudian robot manual mengangkat robot otomatis untuk mengambil bakpao ungu yang ada dipuncak, dan berhasil diletakkan dikeranjang.
Bersamaan dengan itu, riuh gemuruh supporter PENS tidak dapat lagi terelakkan, dam mulai bernyanyi yang tak ada henti-hentinya.dan diakhiri dengan MARS POLITEKNIK, pada saat itu mahasiswa yang menjadi tim robot PENS keluar dari pit dan ikut bernyanyi ditengah arena robot tersebut dan mengibarkan bendera PENS.

POLITEKNIK!! JOSS
PENS BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN
Sabtu, Mei 12, 2012
FR SEMPU (wes Lawas)
Maaf sebelumnya, ini adalah Field Report ke Pulau Sempu yang baru saya post hari ini :D
FR ini akan menceritakan 8 orang pemuda yang melakukan perjalanan ke suatu pulau di selatan provinsi jawa timur. Berawal dari waktu yang mendukung (liburan yang cukup panjang) serta cuaca yang mendukung juga. Sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi tentang semua yang akan dibawa dan dipersiapkan untuk melakukan perjalanan.
Perjalanan dimulai dari kediaman saudara angga yang merupakan basecamp awal untuk berkumpull sebelum melakukan perjalanan. Awalnya keberangkatan dijadwalkan akan dimulai pukul 06.00 WI Waru, akan tetapi karena satu hal (wes eruh lah) keberangakatan menjadi molor menjadi pukul 08.00, disela-sela waktu 2 jam tersebut, kami (Angga, David, Irul yang pertama kali datang) mencari-cari lokasi wisata yang akan kami kunjungi sebelum tujuan akhir kami “Pulau Sempu”. Setelah memperoleh lokasi wisata dari internet, lalu kami cetak dalam kertas yang selanjutnya kertas tersebut lenyap tanpa tahu di mana keberadaannya hingga sekarang.
Perjalanan dimulai dari pukul 08.00, Terima kasih kami ucapkan kepada ibunda saudara angga yang telah meluangkan waktu untuk membuatkan bekal untuk perjalanan kami. Setelah berpamitan dengan ibunda saudara angga kami lantas berangkat. Belum menempuh jarak satu kilometer, macet sudah menghadang kami, setelah di”diagnose dan analisa” kemacetan terjadi dikarenakan oleh seseorang wanita yang mengalami kesulitan untuk menjalankan mobilnya dalam kondisi jalan yang baru akan dibangun. Tiga buah motor dari kami terus maju melalui keadaan jalan yang macet tersebut, dan satu motor berbalik arah dan lewat melalui jalan tembusan di daerah Kurek. Sebelum berangkat kita sepakat untuk berkumpul di check point awal seperti biasa jika melakukan perjalanan ke arah selatan yaitu Pom Bensin Jenggolo. Setelah bertemu di pom bensin jenggolo setelah kemacetan tersebut, keempat motor tersebut berangkat menuju malang. Dengan mengasumsikan daerah Porong akan macet, kami mengambil jalan alternative menuju Malang tanpa melewati pasar Porong. Jalan Alternative tersebut tembus hingga pertigaan daerah gempol.
Dari gempol perjalanan berlanjut ke arah Malang, dikarenakan perut yang mulai mengeluarkan suara-suara, hingga kami memutuskan untuk beristirahat di kebun raya purwodadi, sambil ngobrol ngalor ngidul entah tentang cewek dengan “boyo”-nya ataupun cewek yangjuga dengan teman ceweknya, untuk yang cowo ga perlu kita pikirin.
Setelah dari kebun Raya Purwodadi tersebut, perjalanan relatif lancar hingga daerah pertigaan ke arah batu dan Malang kota dikarenakan lampu merah. Sebelum menuju ke Batu kami berencana mampir ke Indomar*t terlebih dahulu untuk persiapan istirahat. Sebelum kami menuju sempu akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat di daerah alun-alun kota Batu yang ternyata telah dibangun taman yang cukup bagus di tengah-tengahnya, awalnya kami hanya akan beristirahat hingga selesai waktu sholat dhuhur, dikarenakan suatu “sebab” kami akhirnya berangkat dari Masjid Batu setelah Sholat Maghrib.Setelah sholat dhuhur kami beristirahat hingga sholat ashar, setelah sholat ashar kami akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di alun-alun Batu tersebut, sambil makan bakso serta minum susu hangat kami duduk di daerah pertigaan sebelah barat alun-alun. Ternyata tempat tersebut merupakan spot yang sangat cocok untuk menikmati keadaan sore di daerah Batu, selain menikmati bukit di belakang kota batu, banyak yang bisa dinikmati di daerah tersebut, yang pasti sudah tahulah yang kami maksud, yaitu cewek-cewek Malang yang gimana ya, kalau kataku sih “Sip Temen Ancene” hampir semua cewek tak luput dari pembicaraan kami, hingga akhirnya muncul “Miss Cigarette”, begitu julukan kami kepada SPG rokok yang menawarkan rokok kepada kami, karena kami berdelapan tidak ada yang merokok, sehingga kami menolak tawaran untuk mencoba rokok tersebut, dan si SPG pun berkata “belajar dong mas”, kami pun sentak hampir tertawa sebelum SPG tersebut cabut. Setelah kedatangan Miss Cigarette tersebut, cewek-cewek yang lewat disekitar terlihat enjadi biasa-biasa saja menurut kami, miss Cigarette ternyata menaikkan standart cewek dimata para Boyo ini.
Setelah dari Batu, perjalanan dilanjutkan untuk mencari makan malam yang telah diputuskan secara musyawarah bahwa menu mala mini adalah tahu telor, yang ternyata menu tersebut sulit dicari di Malang, hingga akhirnya ditemukan di di gang sempit disuatu jalan yang nama jalan tersebut juga tidak kami ingat karena kondisi sudah sangat larut, gelap, perut keroncongan, dan juga mata sudah mulai hilang terangnya. Pada saat makan ternyata ada salah satu anggota yang tidak kami sebut namanya terkena masuk angin.
Setelah makan malam, perjalanan dilanjutkan untuk mencari tempat bermalam. Biasanya kami mencarii masjid atau langgar untuk tempat bermalam, akan tetapi di Malang ternyata masjid jika malam semuanya dikunci alias digembok a.k.a disegel seperti yang kami temukan yaitu di masjid sebelah alun-alun kota Malang. Dua dari anggota kami yaitu advin dan sigit berinisiatif untuk mencari masjid yang lain dengan meninggalkan kami beristirahat sebentar di salah satu trotoar. Tak berapa lama tim yang mencari tempat bermalam kembali dengan membawa berita bagus “Alhamdulillah”. Ternyata mereka dapat, dengan satu syarat agar kita pada saat tiba di tempat bermalam kita dilarang berlaku aneh-aneh. Dan ternyata setelah semua anggota mengikuti advin serta sigit, tempat bermalam kami adalah pondok pesantren laki-laki (ya iyalah, masa’ pondoknya cewe’)
Kami tiba di pondok tersebut sudah sangat larut, sekitar jam 12-an malam dengan kondisi kampung disekitarnya sudah pada sepi. Setibanya di pondok, kami disambut oleh ketua asrama pondok tersebut dan ternyata sangat “welcome” dengan kedatangan kami, meskipun yang kami tidak tahu waktu, malem-malem bertamu kerumah orang. Setelah itu kami melakukan sholat isya’ yang seharusnya dilakukan sejak pukul 19.00 WIB tadi. Dan kami mendapat sedikit cerita dari ketua asrama tersebut bahwa mereka juga sering menerima anak-anak yang butuh tempat bermalam seperti kami ini. Dan akhirnya kami tidur hingga ke-esokan harinya ………..(continued udah ngantuk)
FR ini akan menceritakan 8 orang pemuda yang melakukan perjalanan ke suatu pulau di selatan provinsi jawa timur. Berawal dari waktu yang mendukung (liburan yang cukup panjang) serta cuaca yang mendukung juga. Sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi tentang semua yang akan dibawa dan dipersiapkan untuk melakukan perjalanan.
Perjalanan dimulai dari kediaman saudara angga yang merupakan basecamp awal untuk berkumpull sebelum melakukan perjalanan. Awalnya keberangkatan dijadwalkan akan dimulai pukul 06.00 WI Waru, akan tetapi karena satu hal (wes eruh lah) keberangakatan menjadi molor menjadi pukul 08.00, disela-sela waktu 2 jam tersebut, kami (Angga, David, Irul yang pertama kali datang) mencari-cari lokasi wisata yang akan kami kunjungi sebelum tujuan akhir kami “Pulau Sempu”. Setelah memperoleh lokasi wisata dari internet, lalu kami cetak dalam kertas yang selanjutnya kertas tersebut lenyap tanpa tahu di mana keberadaannya hingga sekarang.
Perjalanan dimulai dari pukul 08.00, Terima kasih kami ucapkan kepada ibunda saudara angga yang telah meluangkan waktu untuk membuatkan bekal untuk perjalanan kami. Setelah berpamitan dengan ibunda saudara angga kami lantas berangkat. Belum menempuh jarak satu kilometer, macet sudah menghadang kami, setelah di”diagnose dan analisa” kemacetan terjadi dikarenakan oleh seseorang wanita yang mengalami kesulitan untuk menjalankan mobilnya dalam kondisi jalan yang baru akan dibangun. Tiga buah motor dari kami terus maju melalui keadaan jalan yang macet tersebut, dan satu motor berbalik arah dan lewat melalui jalan tembusan di daerah Kurek. Sebelum berangkat kita sepakat untuk berkumpul di check point awal seperti biasa jika melakukan perjalanan ke arah selatan yaitu Pom Bensin Jenggolo. Setelah bertemu di pom bensin jenggolo setelah kemacetan tersebut, keempat motor tersebut berangkat menuju malang. Dengan mengasumsikan daerah Porong akan macet, kami mengambil jalan alternative menuju Malang tanpa melewati pasar Porong. Jalan Alternative tersebut tembus hingga pertigaan daerah gempol.
Dari gempol perjalanan berlanjut ke arah Malang, dikarenakan perut yang mulai mengeluarkan suara-suara, hingga kami memutuskan untuk beristirahat di kebun raya purwodadi, sambil ngobrol ngalor ngidul entah tentang cewek dengan “boyo”-nya ataupun cewek yangjuga dengan teman ceweknya, untuk yang cowo ga perlu kita pikirin.
Setelah dari kebun Raya Purwodadi tersebut, perjalanan relatif lancar hingga daerah pertigaan ke arah batu dan Malang kota dikarenakan lampu merah. Sebelum menuju ke Batu kami berencana mampir ke Indomar*t terlebih dahulu untuk persiapan istirahat. Sebelum kami menuju sempu akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat di daerah alun-alun kota Batu yang ternyata telah dibangun taman yang cukup bagus di tengah-tengahnya, awalnya kami hanya akan beristirahat hingga selesai waktu sholat dhuhur, dikarenakan suatu “sebab” kami akhirnya berangkat dari Masjid Batu setelah Sholat Maghrib.Setelah sholat dhuhur kami beristirahat hingga sholat ashar, setelah sholat ashar kami akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di alun-alun Batu tersebut, sambil makan bakso serta minum susu hangat kami duduk di daerah pertigaan sebelah barat alun-alun. Ternyata tempat tersebut merupakan spot yang sangat cocok untuk menikmati keadaan sore di daerah Batu, selain menikmati bukit di belakang kota batu, banyak yang bisa dinikmati di daerah tersebut, yang pasti sudah tahulah yang kami maksud, yaitu cewek-cewek Malang yang gimana ya, kalau kataku sih “Sip Temen Ancene” hampir semua cewek tak luput dari pembicaraan kami, hingga akhirnya muncul “Miss Cigarette”, begitu julukan kami kepada SPG rokok yang menawarkan rokok kepada kami, karena kami berdelapan tidak ada yang merokok, sehingga kami menolak tawaran untuk mencoba rokok tersebut, dan si SPG pun berkata “belajar dong mas”, kami pun sentak hampir tertawa sebelum SPG tersebut cabut. Setelah kedatangan Miss Cigarette tersebut, cewek-cewek yang lewat disekitar terlihat enjadi biasa-biasa saja menurut kami, miss Cigarette ternyata menaikkan standart cewek dimata para Boyo ini.
Setelah dari Batu, perjalanan dilanjutkan untuk mencari makan malam yang telah diputuskan secara musyawarah bahwa menu mala mini adalah tahu telor, yang ternyata menu tersebut sulit dicari di Malang, hingga akhirnya ditemukan di di gang sempit disuatu jalan yang nama jalan tersebut juga tidak kami ingat karena kondisi sudah sangat larut, gelap, perut keroncongan, dan juga mata sudah mulai hilang terangnya. Pada saat makan ternyata ada salah satu anggota yang tidak kami sebut namanya terkena masuk angin.
Setelah makan malam, perjalanan dilanjutkan untuk mencari tempat bermalam. Biasanya kami mencarii masjid atau langgar untuk tempat bermalam, akan tetapi di Malang ternyata masjid jika malam semuanya dikunci alias digembok a.k.a disegel seperti yang kami temukan yaitu di masjid sebelah alun-alun kota Malang. Dua dari anggota kami yaitu advin dan sigit berinisiatif untuk mencari masjid yang lain dengan meninggalkan kami beristirahat sebentar di salah satu trotoar. Tak berapa lama tim yang mencari tempat bermalam kembali dengan membawa berita bagus “Alhamdulillah”. Ternyata mereka dapat, dengan satu syarat agar kita pada saat tiba di tempat bermalam kita dilarang berlaku aneh-aneh. Dan ternyata setelah semua anggota mengikuti advin serta sigit, tempat bermalam kami adalah pondok pesantren laki-laki (ya iyalah, masa’ pondoknya cewe’)
Kami tiba di pondok tersebut sudah sangat larut, sekitar jam 12-an malam dengan kondisi kampung disekitarnya sudah pada sepi. Setibanya di pondok, kami disambut oleh ketua asrama pondok tersebut dan ternyata sangat “welcome” dengan kedatangan kami, meskipun yang kami tidak tahu waktu, malem-malem bertamu kerumah orang. Setelah itu kami melakukan sholat isya’ yang seharusnya dilakukan sejak pukul 19.00 WIB tadi. Dan kami mendapat sedikit cerita dari ketua asrama tersebut bahwa mereka juga sering menerima anak-anak yang butuh tempat bermalam seperti kami ini. Dan akhirnya kami tidur hingga ke-esokan harinya ………..(continued udah ngantuk)
Senin, Februari 15, 2010
"Negeri 5 Menara", Keren nih Gan !!!!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Buku ini dimulai dengan sebuah cerita seorang anak laki-laki yang bernama Alif Fikri dari Minang yang telah lulus dari SMP dan ingin melanjutkan ke tingkat SMA dan akan meneruskan ke perguruan tinggi tujuanya yaitu ITB yang merupakan perguruan tinggi yang membesarkan idolanya yaitu pak Habibie dan Bung Karno, akan tetapi cita-citanya tersebut kandas dikarenakan orang tuanya menginginkan Alif memiliki ilmu agama yang kuat agar dapat menjadi seorang pemimpin kelak. Alif menolak untuk melanjutkan ke sekolah agama / pondok pesantren.
Selama beberapa hari Alif ngambek kepada orang tuanya karena disuruh melanjutkan sekolahnya ke sekolah agama, akan tetapi setelah ada surat dari seorang pamannya yang sekolah di Mesir memberitahukan bahwa ada pondok pesantren yang bagus letaknya ada di Ponorogo, Jawa Timur. Dan akhirnya Alif mengikuti saran dari pamannya. Keputusan yang berani dari Alif untuk merantau jauh hingga ke Jawa Timur.
Dan petualangan Alif di Pondok Madani ini dimulai, bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Baso yang berasal dari Sulawesi, Raja dari Medan, Dulmajid dari Madura, Said dari Surabaya, dan Atang dari Bandung yang kemudian menamai kelompok mereka sebagai “Sahibul Menara”. Kemudian bertemu dengan “Tyson” yaitu salah seorang yang dijuluki Alif “The Magnificent Seven” yang bertugas sebagai petugas keamanan di pondok Madani yang memberikan hukuman “jasus” kepada setiap murid di Madani yang berbuat kesalahan, Ustad Torikh yang mengetuai komisi Pengamanan madani, kemudian kejadian pertarungan dengan pencuri sapi di madani, dan pertandingan sepakbola Liga Madani. Perasaan Alif berubah mulai dari karena keterpaksaan mengikuti kehendak ibunya menjadi bersyukur karena telah mengikuti pendidikan di Madani.
Dalam madani diajarkan tidak hanya ilmu agama, akan tetapi menerapkan seluruh ajaran di kegiatan sehari-hari, yaitu salah satunya dengan harus menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari dan akan mendapat hukuman apabila tertangkap basah menggunakan Bahasa selain dua bahasa tersebut. Kemudian berpidato menggunakan bahasa Arab dan Inggris juga, Setiap pelanggaran baik itu besar ataupun kecil langsung mendapatkan hukuman saat itu juga, sehingga tidak ada yang berani melanggar peraturan. Akan tetapi semua itu dapat berjalan lancer apabila menerapkan prinsip “MAN JADDA WAJADDA” yaitu siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses.
Di kelas enam Alif dan seluruh kelas enam mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan mereka, akan tetapi sebelum ujian berlangsung ada temannya yaitu Baso, harus keluar dari Madani karena harus mengurus nenek satu-satunya yang sedag sakit. Hal itu pula yang membuat Alif gentar dan ingin keluar dari Madani dan melanjutkan sekolah ke universitas favoritnya, ITB. Tapi akhirnya di mengikuti pendidikan di Madani hingga akhir, karena rayuan orang tuanya yang menjajikan dirinya untuk mengikuti tes persamaan SMA, karena di Madani tidak mengeluarkan ijazah, karena dianggap ilmu yang diberikan adalah ijazah muridnya kepada dunia. Setelah kelulusan mereka para sahibul menara berpisah dengan janji akan mewujudkan impiannya masing-masing yang pernah diucapkan dibawah menara masjid Madani.
Di akhir cerita Alif menuju London untuk melanjutkan kuliahnya disana setelah mendapatkan beasiswa dari unuversitas sebelumnya yakni universitas di Washington dan bertemu sahabatnya yakni Raja yang telah kuliah di London, dan Atang yang juga telah kuliah di Kairo, Mesir. Mereka bertemu di Trafalgar Square sebagai janji mereka akan bertemu. Serta dikisahkan bahwa semua sahibul menara sukses dengan impian mereka.Dulmadjid dan Said menjadi pedagang yang sukses di Surabaya, kemudian Baso yang tidak menyelesaikan pendidikanya berhasil kuliah di Mekah dengan modal hafal Al-Qur’an sehingga pemerintah Arab Saudi membebaskan biaya kuliahnya. Semua itu berhasil karena usaha keras mereka untuk tidak menyerah.
Novel ini bercerita tentang persahabatan yang sangat erat , keuletan, keyakinan, usaha dan doa seorang manusia untuk menggapai cita-citanya, sesuai dengan motto MAN JADDA WAJADA “Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil".
Langganan:
Komentar (Atom)
